WACANA pemindahan ibukota negara dari Jakarta ke Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng) terus menggelinding.
DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kalteng secara khusus mengupas masalah ini dalam sebuah diskusi publik yang digelar bareng acara Musyawarah Provinsi XII Pemuda/KNPI Kalteng, kemarin.
Ketua Umum KNPI Aziz Syamsudin yang menjadi narasumber dalam diskusi itu menga-ku, mendukung wacana itu. “Pada prinsipnya, kita mendukung. Gagasan (pemindahan ibukota) itu bagus,” ujar Aziz.
Hadir pula dalam diskusi Kepala Bappeda Kalteng Syahrin Daulay. Walikota Palangka Raya HM Riban Satia. Sekretaris Tim Persiapan Pemindahan Ibukota dari Pemko Palangka Raya Prof Dr Danes Jaya Negara, ahli tata kota yang juga Dosen Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya, Wi-janarka ST.
Melanjutkan keterangannya. Aziz tidak yakin keputusan itu bisa direalisasikan pada masa pemerintah SBY-Boediono. Meski demikian, untuk mewujudkan wacana pemindahan itu, politisi Golkar ini mengatakan, perlu dilakukan persiapan serius.
Misalnya, sumber daya manusia, fasilitas penunjang seperti infrastruktur dan transportasi. Kemudian perlu rencana planologi secara detil.
“Kalteng harus mempersiapkan diri menyambut wacana ini. Mulai sekarang harus ada langkah-langkah persiapan, baik dari pemerintah daerah (pemda) maupun komponen lain termasuk pemuda,” paparnya.
Selain itu, langkah yang bisa diambil pemuda adalah secara berkala Pemprov Kalteng menarik dan menyelenggarakan even-even berskala nasional untuk bisa dilaksanakan di Palangka Raya. Melalui even seperti ini, mem-buat Kalteng akan dilirik dan dikenal secara nasional.
“Tanpa ada pemindahan even-even nasional ke Palangka Raya, saya rasa sulit untuk memindahkan ibukota ke sini,” ujarnya.
Khusus untuk para pemuda Kalteng. Aziz menyarankan untuk berani maju pada kongres nasional KNPI yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat. Hal ini akan membuat pemuda Kalteng dilihat secara nasional .

0 komentar:
Posting Komentar